Tampilkan postingan dengan label Buku Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Harian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 November 2013

Mbah Gopal... oh... Mbah Gopal

Sudah lama saya ingin menulis sosok phenomenon yg akan menjadi phenomenal… he..he..
Mungkin ada yg sudah tau siapa sosok Mbah Gopal banyaknya pasti ga tau… he..he..

Saya coba Tanya ke mbah Google siapa tau dia tau sosok Mbah Gopal… ternyata hasilnya Cuma ada satu yang BENAR… he..he.. di Blog tetangga ada Mbah Gopal… cekidot http://kreasiarttrotoar.blogspot.com/2011/04/kreator-magazine-edisi-april11.html

Ya itulah sosok Mbah Gopal yang  saya kenali dalam beberapa bulan ini.. sosok yang konsisten dengan tradisi walau terus tergerus olah perubahan jaman..

Eh ngomong-ngomong kenapa harus membahas Mbah Gopal ya… ah peduli amat.. yg jelas saya ingin menulis aja tentangnya… ga boleh protes… hi..hi..hi..

Sengingat saya.. 3 tahun lalu saya pernah melihat sosok ini di jalanan pada waktu saya juga lagi di jalan tentunya.. dengan pakaian hitam-hitam, sandal jepit terbuat dari ban bekas plus dengan menebalnya telapak kakinya , sepertinya sering  jalan-jalan kali ya.. sampai kakinya melebar ke pingir…. He…he..

Dengan topi caping khas orang Pribumi  ( dudukuy) yang biasa orang pakai ke sawah , tak lupa di cat warna hitam. Memakai aksesoris yg menurut saya ga lazim di pakai orang… terbuat dari biji-bijian yag super gede-gede hampir menutup semua tangannya.. terlihat aneh lah….. pakai tas terbuat balonceng ( seperti dalam film china yng diisi tuak) dengan tambahan kepala Semar di tasnya… membuat tambah nyentrik. Tak Lupa pakai Cincin Batu Akik Super Guede di kedua jari tangannya… rasanya saya baru lihat ini yg paling gede yg di pakai orang… sebesar telor Kalkun kali ya… he,,he.. Sosoknya sudah tua dan pantas bila disebut Mbah… Mbah Gopal yg nyentrik dan Antik ……

Tanpa tertahan otak ini langsung menilai orang ini….mmmm ini nih biangnya orang yg suka menyesatkan orang dengan barang-barang jimat yang bisa ini dan itu… ada khodam ada penunggu, buat pelaris jualan atau buat pellet asihan…. Langsung  tanpa saya coba bertanya.. saya langsung menghukumi dia …dan tentunya di bumbui rasa tidak suka mengenalinya… patut dijauhi dan ga ada manfaatnya kenal sama si Dia… hi..hi..

Waktu berlalu tanpa ada penyesalan telah menghukumi orang seperti itu dan 3 tahun berlelu tanpa ada effek samping…he..he..

3 bulan yg lalu… sosok ini ada dihadapan saya dan sekarang saya malah bisa melihat lebih detil apa yg dipakai.. termasuk seraut wajah yg serius dan penuh dengan tatapan yag tajam…saya tetap masih belum mengubah pandangan saya.. bedanya sekarang saya ada ingin untuk mengenalinya… sangat ingin…. Bagaimana pandangan orang macam ini… dan akan kudebat semua pandangannya dengan logikaku yg siap membungkamnya..siap galak lah… jeung siap gelut…

( Bersambung...)

Sabtu, 05 Juni 2010

Manfaat "MENULIS" bagi Kesehatan Anda

Sebenarnya saya sedang tidak mau menulis, tetapi sepertinya perlu dibiasakan untuk menuliskan apa yang ada dalam pikirian kita, disamping kita tidak menjadikan beban juga baik untuk kesehatan.

Pada waktu saya menulis, saya dalam kondisi sedang bingung, berbagai permasalahan ada dalam benak saya dan berbagai keinginan muncul dalam ruang pikirian yang lain, rasanya penuh sekali. Kadang saya meratapi kehidupan yang sedang saya alami, tetapi pada waktu mengingat bahwa hidup itu adalah sebuah proses, bukan akhir perjalanan, membuat saya terus bersemangat untuk terus mencari solusi terbaik buat kehidupan saya.

Menuliskan apa yang ada dalam benak kita , sebenarnya sangat mengasyikan, bagaimana tidak,  kita seperti sedang curhat kepada sahabat kita dan sahabat kita mendengarkan penuh seksama untuk menerima setiap keluhan yang kita sedang alami.  Inilah yang membuat efek positif terhadap jiwa kita.

Nah kan sekarang sudah mulai segar kembali.. mulai terang yang tadinya gelap gulita dalam lautan pikiran kita. Rasanya mulai terang mana yang harus dan segera kita lakuakan dan yang tidak harus kita kerjakan.

Menulis itu adalah sarana kita mengeluarkan energi pikiran kita baik yang kurang baik maupun yang baik dan dengan menulis otot tangan juga dipaksa untuk menggerakan, begitu juga dengan mata. Organ –organ ini dipaksa untuk mengeluakan energi yang ada dalam benak pikiran kita, jadinya tubuh kita akan terasa enak dan nyaman

Pernah saya mempunyai ide, yang menurut saya cukup bagus kalo dilaksanakan, terus saya menghayalkan setiap kegiatan dan hasil yang akan kita dapatkan. Sayangnya saya tidak terpikir untuk dituliskan, saya lebih asyik dengan impian saya tersebut dan dihayalkan dalam keberhasilan.

Akhirnya semalaman saya tidak bisa tidur hanya memikirkan saja tanpa menuliskannya dan akhirnya alasannya lupa apa yang saya inginkan tersebut

Coba kalo misalnya pada waktu kita mempunyai impian atau hayalan, coba tuliskan dalan sebuah catatan , ikuti terus alur pikiran kita dan tentunya tuliskan, anda akan kaget betapa mudahnya menulis selembar halaman tanpa terhenti dari awal sampai akhir. Dan anda akan merasakan kenyamana jiwa karena anda telah menuliskannya dan suatu saat anda kan mencoba action dengan impian tersebut, anda tinggal membaca kenmbali untuk melanjutkan ke tahap berikutnya... tahap Action

Jadi mulai sekarang menulislah…menulislah, jangan takut apa yang anda tuliskan dan jangan bingung tema apa yang akan anda tuliskan, mengalir saja, mungkin menceritakan kejadian hari ini yang menurut anda sangat menarik atau menuliskan kekesalan anda hari itu

Tetapi saya menyarankan sedaya upaya untuk menuliskan hal-hal yang positif agar kita  tumbuh menjadi orang yang selalu berfikir positif.

Senin, 13 Juli 2009

Pagi yang (selalu) Cerah

Bandung, 8 juli 2005

Hari ini suasana cerah sekali, matahari bersinar dengan cerah, tapi suasana sangat sejuk sekali, coba isap napas dalam-dalam akan kau rasakan indahnya pagi ini, iya bener seger sekali.

Hari ini hari Jumat hari besarnya umat islam, kita harus menyambut hari agung ini dengan suka cita, penuh semangat ibadah, singsingkan bajumu tuk berjuang menegakan dinullah. Saya sangat suka hari ini sepertinya tambah enak jika disediakan segelas kopi anget deh, sebaiknya Pak Yudi atau saya yah yang membuatnya.

Hari ini bekerja dengan sepenuh hati, penuh dengan strategi-strategi yang jitu yang bisa dibuat, denga pertimbangan yang matang, Insya Allah saya bisa.

Sebaiknya kita membuat semacam schedule pekerjaan sampai tiga bulan deh biar lebih nyaman bekerjanya.

Oke deh saya buat kopi dulu deh……..

Tantangan Baru Menjadi PM Project Genset XL


Bandung, 7 juli 2005

Hari ini sangat indah penuh semangat, saya dipercaya untuk menangani project genset, berat sih, tapi saya pasti bisa melaksanakannya. Kadang ada juga rasa hawatir dalam hati, tapi saya yakin dengan bantuan Allah semua itu mungkin. Jadi inget petuah dari Robert Kiyosaki bahwa kita bekerja untuk belajar.

Tau ga, bila seorang bayi di vaksin dia akan mengalami gangguan badan, panas dingin mungkin mencret, rasa badan tidak enak. Seperti itulah untuk membuat kebal tubuh dari penyakit. Coba bayangkan bila tidak diimunisasi, bayi mungkin kelihatan baik-baik saja tapi bila ada penyakit kekebalan tubuhnya tidak dapat menahan penyakit itu. Maka ga papa bila terjadi panas dingin sebentar, rewel sebentar namanya juga diimunisasi, yang jelas akan menghasilkan bayi yang kuat dan tahan penyakit.

Hal itulah permisalan dalam hidup ini, kita inginnya yang enak-enak saja, padahal Allah sedang mengimunisasi kita dengan berbagai vaksin, dikasih pekerjaan yang kadang membuat hidup kita sedikit terganggu, pusing, panas dingin, sesak dada, tp hal itu hanya sementara saja. Suatu saat nannti bila ada hal yang sama kita akan menghadapi dengan tenang karena kita pernah diimunisasi sebelumnya.

Ayo lah bersemanget , istirahat sejenak kemudian bekerja lagi.

Sungguh Kita Kurang Syukur akan Nikmat yang Allah berikan

Pada hari jumat 15 Agustus 2008,selepas jumatan saya sengaja tiduran dulu di mesjid melepas lelah, telah setengah harian bekerja. Setelah melapas lelah saya pun bergegas mau balik lagi ke kantor karena akan ada rapat penting dengan direksi membahas masalah Cash Flow perusahaan yang dalam kondisi memprihatinkan.

Baru berajak mau pergi, saya ketemu seorang temen lama. Dia seorang direktur diperusahaannya yang pada akhirnya perusahaannya mengalami kebangkrutan dan akhirnya rumah yang megah dia jual untuk menutupi hutang perusahaan dan kebutuhan keluarganya. Sekarang dia menawarkan ke saya untuk bergabung dalam bisnis Multi level. Saya pun mengiyakan saja kala dia mau mempresentasikan bisnisnya ke saya di Sabtu siang. Selepas itu pun dia berangkat pergi dan sayapun menuju keluar mesjid.

Di luar saya mendapati orang yang kehilangan sandalnya selepas sholat jumat. Masya Allah ada juga yang melakukan dosa setelah berhadapan dengan Allah, mudah-mudahan Allah memberikan karunia Taubat kepada pelakunya. Disamping saya ada temen Pak Fulan yang menginformasikan seringnya kehilangan barang di mesjid, bahkan bulan kemarin ada yang kehilangan sepeda, makanya dia sering memasukan sepatunya yang berharga ke kantong kalo jumatan di mesjid tersebut, termasuk jumatan hari itu juga. Saya pun mengiayakan saja tanpa harus memusingkan masalah tersebut.

Saya pun berajak ke tempat parkir motor untuk segera tancap gas pergi ke kantor. Pak Fulan pun mengikutinya dari belakang. Sesampainya di tempat parkir, saya memperhatikan motornya yang masih mulus dan terawat. Terlibat percakapan singkat yang menarik :
Fulan: “ Tinggal 8 bulan lagi motor ini lunas” dengan antusias.
Saya : “ tinggal 8 bulan lagi? Berapa pak cicilannya per bulan?”
Fulan : “ Iya pak.. perbulan 400 ribu….. 3 tahun mencicil motor ini.. syukur saya bisa menjalaninya…. kalo melihat gaji saya ini tidak mungkin loh pak”
Saya: “ Oh.. emang gaji bapak berapa pak? “ saya penasaran sekali.
Fulan : “ 20 tahun saya sudah bekerja, gaji saya 1,2 juta itu pun kotor, bersihnya 900 rb di potong macam-macam dari jamsostek, serikat kerja, koperasi dan lain-lain”
Fulan : ( dengan menghela napas panjang-panjang) “ saya Cuma hidup 400 rb sebulan, tapi alhamdulilah bisa. Kalo itung-itungan rasanya ga cukup. Coba bayangkan pak Anak saya ada 2 yang sudah sekolah, setiap hari uang jajan 1000, menabung 1000 jadi setiap hari mengeluarkan 4rb. Belum yang lain-lain, pasti tidak cukup. Tapi alhamdulilah sampai saat ini cukup-cukup saja, paling istri yang uring-uringan ( sambil tersenyum)”
Saya hanya mangut-mangut sambil menahan sesak didada mendengarkan kisahnya yang antusias mengenai perjuanggannya dalam mendapatkan motor
Fulan : “ Saya kalo ga dipaksakan belum tentu mendapatkan motor ini pak ( sambil mengelus-elus motornya dan mulai menstater). Sebelumya saya sudah bilang ke istri untuk mencicil motor ini dan istri saya pun setuju. Saya bilang lagi, nanti kita hidup mungkin serba kekurangan karena penghasilan saya cuma dari kerja di pabrik saja. Dan istri saya pu menyetujuinya. Ya sudah saya ambil saja motor ini.”
Saya : “ istri kerja juga pak?”
Fulan: “ Nggak..( singkat)”
Saya: “ atau bisnis atau jualan?”
Fulan : “ nggak juga.. ya Cuma saya saja yang bekerja, ya Alhamdullilah masih cukup”

Akhirnya dia pun pamitan karena sudah jamnya masuk kerja.

Saya terdiam sendiri, terpaku menyesali diri yang kurang bersyukur kepada Allah. Gajiku beberapa lipat kali gaji beliau tetapi saya selalu meratapi kehidupan ini. Jarang berucap syukur akan nikmat yang telah diberikan-Nya

Terima kasih ya Allah, engkau telah manepuk pundakku dan menampar mukaku agar teringat akan Engkau..