Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

Saya Meyakini !!!

Saya meyakini, tiap jiwa manusia punya “ kecenderungan”
Dan bila ”kencenderungan” ini terpenuhi maka jiwa orang tersebut akan merasa tenang..
Tiap manusia mempunyai ”kecenderungan” yang berbeda-beda
Dan itu timbul tanpa disadari, diinginkan..datang begitu saja..

Masalahnya adalah tiap orang...
Ada yang mengejar ” kecenderungan” itu..
Ada yang membiarkannya karena keterbatasan yang ada..
Ada yang membunuhnya...

Saya juga pernah berbicara dengan seseorang..
Panggilan jiwanya adalah bekerja di perusahaan orang lain
Tidak terpikir untuk berbisnis, atau yang macam-macam
Sangat senang dengan tantangan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan
Makin banyak yang harus diselesaikan makin senang dia bekerja..
Dia bekerja diperusahaan orang lain sepenuh jiwanya..
Bukan karena pingin disebut bukan pengangguran

Saya pernah membaca dikoran..
Seseorang yang mengabdikan hidupnya untuk mengajari orang pedalaman..
Padahal dia orang yang penuh dengan kecukupan, hidup dikota, gelar sarjana terbaik dan berbagai perusahaan siap menampungnya..
Tapi panggilan jiwanya dia harus ambil tangungjawab untuk terjun kepedalaman
Menemui suku-suku asli hanya untuk mengajar baca-tulis..

Luar biasa..
Sungguh sikap yang sangat Jempolan
Bukan karena tidak ada kerjaan, tetapi itulah keputusan hidup untuk menjalankan perannya di dunia ini dengan sepenuh kesadaran...

Apakah sekarang kita punya sikap seperti itu...???

Saya meyakini..
Bila hidup kita sejalan dengan ” kecenderungan ” yang kita miliki...
Kita akan mencapai puncak kesuksesan..
Karena berbagai rintangan dan hambatan dijalaninya dengan sepenuh jiwa dan raga.

Temukanlah kecenderungan itu dan kejarlah..
Yakinilah bahwasannya semua yang ada di langit dan dibumi akan mendukungmu...


Bandung, Oktober 2007
Jiwa yang terasing..

Senin, 13 Juli 2009

Sungguh....Jangan palingkan kami

Sungguh…

Perjalanan hidup manusia sungguh sangat penuh dengan misteri..
Penuh dengan hal-hal yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya.
Kita pun duduk disini sungguh tidak ada dalam benak paling dalam sebelummya bahwasannya sekarang kita harus disini..

Sungguh..

Kadang sering bertanya, tugas apa sih yang sedang diemban kita hidup didunia yang penuh misteri ini..??
Berbagai jawaban menghampiri untuk meyakinkan kita akan tugas di dunia ini..?
Apakah sesederhana itu kita hidup didunia ini..

Kalo ditengok dalam jiwa kita, sebenarnya kita sedang menuju kepada suatu keinginan hidup untuk bahagia..adanya ketenangan, kebebasan, dihargai dan kecukupan..

Tapi yang jadi persoalan adalah apakah hal tersebut ada standarnya sehingga bila sudah tercapai maka itulah titik akhir dari keiinginan kita?

Ternyata tiap orang sangat berbeda untuk mencapainya..
Ada yang ingin punya motor aja sudah merasa cukup..
Bahkan ada yang lebih sederhana lagi, bisa makan aja tiap hari cukup deh..
Tapi ada juga yang sangat komplek, ingin keliling dunia kalo bisa keluar dunia ini he..he..

Sungguh...

Sangat kompleks menyelami hidup manusia sekompleks dan serumit pemikiran kita saat ini..

Saya pernah merasakan suatu ketenangan yang dalam dan kebahagiaan yang sampai saat ini masih terasa direlung hati yang sangat dalam, dan bila mengingat kembali..

Sungguh....

Menebarkan hawa sejuk keseluruh tubuh, semangat tumbuh dan gairah hidup bergelora kembali..

Yaitu .....
Sungguh...

Sehari hidup bersama Rosulullah Muhammad Solallohu’alaihiwasalam....

Sungguh ....

Saya sangat merindukanya, berulang kembali setiap hari bersamanya..
Apakah bisa yah..

Sungguh..

Sangat berat rasanya, dengan kesibukan kita sehari-hari untuk bersama beliau..
Jangankan bersama-sama, mengingat beliau pun sekarang sangat jarang sekali..
Yang ada dibenak kita hanyalah target hidup, ingin dihargai, ingin ini-itu.....
Tak peduli apa kata orang, semua jalan ditempuhnya..

HALAL Ok.....
HARAM No Problemo....dikit-dikit mah....

Sungguh..

Makin jauhlah kita dengan beliau..
Kita sendiri yang membuat jurang pemisah dengan beliau..

Oh.......sangat Sungguh....
( keluar napas dari dalam sangat berat sekali...)

Maaf kanlah ya Allah..
Bersihkanlah dan jauhkanlah dari semua sikap..
Yang akan menjauhkan kami dari Beliau Muhammad Rasullullah SAW..
Hanya dengannya kami bisa hidup sepenuh hidup..
Hanya dengannya kami bisa menempuh perjalanan hidup ini
Sungguh...
Jangan palingkan kami dari beliau..
Berikanlah kekuatan untuk hidup bersamanya sepenuh hati ini..
Amin...

Sungguh Kita Kurang Syukur akan Nikmat yang Allah berikan

Pada hari jumat 15 Agustus 2008,selepas jumatan saya sengaja tiduran dulu di mesjid melepas lelah, telah setengah harian bekerja. Setelah melapas lelah saya pun bergegas mau balik lagi ke kantor karena akan ada rapat penting dengan direksi membahas masalah Cash Flow perusahaan yang dalam kondisi memprihatinkan.

Baru berajak mau pergi, saya ketemu seorang temen lama. Dia seorang direktur diperusahaannya yang pada akhirnya perusahaannya mengalami kebangkrutan dan akhirnya rumah yang megah dia jual untuk menutupi hutang perusahaan dan kebutuhan keluarganya. Sekarang dia menawarkan ke saya untuk bergabung dalam bisnis Multi level. Saya pun mengiyakan saja kala dia mau mempresentasikan bisnisnya ke saya di Sabtu siang. Selepas itu pun dia berangkat pergi dan sayapun menuju keluar mesjid.

Di luar saya mendapati orang yang kehilangan sandalnya selepas sholat jumat. Masya Allah ada juga yang melakukan dosa setelah berhadapan dengan Allah, mudah-mudahan Allah memberikan karunia Taubat kepada pelakunya. Disamping saya ada temen Pak Fulan yang menginformasikan seringnya kehilangan barang di mesjid, bahkan bulan kemarin ada yang kehilangan sepeda, makanya dia sering memasukan sepatunya yang berharga ke kantong kalo jumatan di mesjid tersebut, termasuk jumatan hari itu juga. Saya pun mengiayakan saja tanpa harus memusingkan masalah tersebut.

Saya pun berajak ke tempat parkir motor untuk segera tancap gas pergi ke kantor. Pak Fulan pun mengikutinya dari belakang. Sesampainya di tempat parkir, saya memperhatikan motornya yang masih mulus dan terawat. Terlibat percakapan singkat yang menarik :
Fulan: “ Tinggal 8 bulan lagi motor ini lunas” dengan antusias.
Saya : “ tinggal 8 bulan lagi? Berapa pak cicilannya per bulan?”
Fulan : “ Iya pak.. perbulan 400 ribu….. 3 tahun mencicil motor ini.. syukur saya bisa menjalaninya…. kalo melihat gaji saya ini tidak mungkin loh pak”
Saya: “ Oh.. emang gaji bapak berapa pak? “ saya penasaran sekali.
Fulan : “ 20 tahun saya sudah bekerja, gaji saya 1,2 juta itu pun kotor, bersihnya 900 rb di potong macam-macam dari jamsostek, serikat kerja, koperasi dan lain-lain”
Fulan : ( dengan menghela napas panjang-panjang) “ saya Cuma hidup 400 rb sebulan, tapi alhamdulilah bisa. Kalo itung-itungan rasanya ga cukup. Coba bayangkan pak Anak saya ada 2 yang sudah sekolah, setiap hari uang jajan 1000, menabung 1000 jadi setiap hari mengeluarkan 4rb. Belum yang lain-lain, pasti tidak cukup. Tapi alhamdulilah sampai saat ini cukup-cukup saja, paling istri yang uring-uringan ( sambil tersenyum)”
Saya hanya mangut-mangut sambil menahan sesak didada mendengarkan kisahnya yang antusias mengenai perjuanggannya dalam mendapatkan motor
Fulan : “ Saya kalo ga dipaksakan belum tentu mendapatkan motor ini pak ( sambil mengelus-elus motornya dan mulai menstater). Sebelumya saya sudah bilang ke istri untuk mencicil motor ini dan istri saya pun setuju. Saya bilang lagi, nanti kita hidup mungkin serba kekurangan karena penghasilan saya cuma dari kerja di pabrik saja. Dan istri saya pu menyetujuinya. Ya sudah saya ambil saja motor ini.”
Saya : “ istri kerja juga pak?”
Fulan: “ Nggak..( singkat)”
Saya: “ atau bisnis atau jualan?”
Fulan : “ nggak juga.. ya Cuma saya saja yang bekerja, ya Alhamdullilah masih cukup”

Akhirnya dia pun pamitan karena sudah jamnya masuk kerja.

Saya terdiam sendiri, terpaku menyesali diri yang kurang bersyukur kepada Allah. Gajiku beberapa lipat kali gaji beliau tetapi saya selalu meratapi kehidupan ini. Jarang berucap syukur akan nikmat yang telah diberikan-Nya

Terima kasih ya Allah, engkau telah manepuk pundakku dan menampar mukaku agar teringat akan Engkau..

Berani Mengambil Keputusan


Setiap saat adalah waktu yang paling baik untuk memulai tindakan-tindakan yang positif. Di saat anda membutuhkan sebuah keputusan, jangan biarkan diri Anda dikalahkan oleh keraguan.

Benar, Anda bisa tersandung. Ya, Anda bisa salah. Ya, Anda mungkin gagal. Inilah hidup. Para penakluk kehidupan setuju bahwa dalam berusaha mereka mungkin harus menyesuaikan dirinya, bahkan memulainya kembali berkali-kali.

Perbedaan antara orang sukses dengan yang lainnya bukan pada pembuatan kesalahan atau bahkan kegagalan sementara, tetapi pada tanggapan yang diberikan terhadap kesalahan atau kegagalan itu.

Kebanyakan orang mencari jaminan keberhasilan sebelum mengambil keputusan. Namun percayalah tak ada satupun yang bisa menjamin keberhasilan dari suatu keputusan. Bertindak selalu lebih baik daripada tidak.

Kapan pun anda merasa perlu mengambil keputusan, putuskanlah! Kemudian amati hasil keputusan anda. Dan jangan ragu untuk mengambil keputusan berikutnya untuk memperbaiki keputusan sebelumnya.

Selamat mengambil keputusan!

(Thanks Pak Rahmat..)